Klasifikasi tumbuhan serta fakta lainnya

Klasifikasi Tumbuhan atau Taksonomi adalah cabang ilmu tumbuh-tumbuhan yang terfokus dalam teknik pengelompokan. Dalam teknik ini diperlukan juga metode Nomenklatur yaitu cara pemberian nama tumbuhan. Tiap-tiap nama harus sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam Kode Internasional Tatanama Tumbuhan.

Berdasarkan perkembangan sejarah, sistem yang digunakan untuk menyusun sistematik tumbuhan sangat beragam dan mengalami tiga periode:

Periode pertama terdiri dari Zaman Purbakala dan Zaman pertengahan abad 17

Pada zaman purbakala sudah terdapat berbagai penyelidikan antara lain oleh Theophrastus dan Dioscorides. Theosphrastus membagi tumbuhan menjadi 3 kelompok (pohon, semak, herba) dan berhasil mendeskripsikan sekitar 450 spesies tanaman sedangkan Dioscorides menulis buku “Materia Medica”. Selain kedua tokoh tersebut masih ada Pliny dari Rumania yang menulis 9 buku tentang tumbuhan.

Sampul Materia Medica tahun 1554

Sampul Materia Medica tahun 1554

Image courtesy of http://en.wikipedia.org/wiki/De_Materia_Medica_(Dioscorides)

Sekitar tahun 1150-1624, C. Bauhin membuat susunan tumbuhan berdasarkan sifatnya, melukisnya lalu memberi nama tumbuhan dengan lengkap, untuk menghormati jasa beliau, namanya diabadikan menjadi nama tumbuhan “Bauhinia” yang daunnya berbentuk kupu-kupu. Beliau juga menyusun buku yang memuat sekitar 6000 spesies tumbuhan yang berjudul Pinax. Klasifikasi dilakukan berdasarkan persamaan struktur dan belum mengenal sifat bunga.

Periode kedua dimulai pada tahun 1619-1702 oleh A. Cassalpin. Selain beliau dikenal juga beberapa ahli botani lainnya seperti Yohn Ray asal Inggris yang menulis buku Historia Plantarum di tahun 1686-1704, Carlos Linnaeus seorang ahli botani asal swedia yang dikenal sebagai Bapak Taksonomi juga menulis buku yang berisi seluruh spesies dan genera dalam bukunya Species Plantarum di tahun 1753 dan Genera Plantarum di tahun 1754 dan A.L. de Yussieu seorang pakar sistematik dari Perancis. Ia membagi tumbuhan menjadi 15 classis berdasarkan jumlah keeping, letak daun, mahkota dan benangsari terhadap bakal buah.

Carollus Linnaeus

Carollus Linnaeus, 1707-1778

Image courtesy of http://kids.britannica.com/comptons/art-150109/Carolus-Linnaeus

Periode ketiga diawali ketika teori evolusi gabungan Y.B. Lamarck dan Charles Darwin naik ke permukaan pada tahun 1882. Teorinya yang dikenal karena pendapatnya bahwa mahkluk hidup yang ada pada saat ini merupakan hasil adaptasi dari lingkungan sekitarnya serta hasil dari perjuangan hidupnya. Ahli botani yang menyusun taksonomi tumbuhan pada periode ini adalah A. Eichler, R.V. Wettstein, Alexander Browns dan Angler.

Klasifikasi Tumbuhan

Cara klasifikasi tumbuhan ada 2 jenis, yaitu:

  1. Klasifikasi sistem buatan

Pada sistem ini, pengelompokan tumbuhan hanya berdasarkan salah satu sifat umum tumbuhan itu saja. Misalnya sistem yang menggunakan habitat sebagai salah satu sifat dasar penggolongan yang dibagi menjadi 3 kelompok yakni pohon, semak, herba. Contoh:

  • Pisum sativum (familia Leguminosae)
  • Zea mays (familia Graminae)

Kedua tumbuhan berbeda familia ini termasuk kelompok herba.

  • Pisum sativum (familia Leguminosae)
  • Dalbergia sisso (familia Leguminosae)

Kedua tumbuhan ini memiliki familia yang sama namun merupakan jenis yang berbeda. Pisum Sativum termasuk kelompok herba sedangkan Dalbergia Sisso termasuk kelompok pohon.
dalam sistem ini, tumbuh-tumbuhan yang memiliki hubungan erat satu dan lainnya mungkin saja diletakkan dalam satu kelompok yang sama. Inilah kelemahan sistem buatan.

Klasifikasi Tumbuhan : ZeaMays atau Jagung

Klasifikasi Tumbuhan : ZeaMays atau Jagung

Image courtesy of Bob Saunders – http://www.gardensonline.com.au/GardenShed/PlantFinder/Show_2009.aspx
  1. Klasifikasi sistem alami

Pada sistem ini, penggolongan tumbuhan berdasarkan kombinasi beberapa sifat morfologis penting. Sistem alami ini lebih maju jika dibandingkan dengan sistem buatan karena menurut sistem ini, hanya tumbuh-tumbuhanlah yang memiliki hubungan filogetis dan dikelompokan ke dalam grup yang sama. Satuan yang dipakai untuk klasifikasi adalah spesies. Spesies adalah kelompok individu yang memiliki sifat morfologis. Spesies yang mempunyai persamaan sifat tersebut dikategorikan dalam tingkatan takson yang lebih tinggi yaitu Genus. Dari beberapa genera yang memiliki persamaan sifat, akan masuk ke dalam Familia dan beberapa familia yang mempunyai persamaan sifat dikelompokan ke dalam Ordo. Lalu beberapa Ordo akan masuk golongan Klasis dan selanjutnya dari beberapa Klasis akan dikategorikan ke dalam Divisio yang akhirnya masuk ke dalam Plantation Kingdom (Regnum Plantarum)

Dengan meneliti sifat-sifat tumbuhan secara terperinci lalu membandingkan sifat-sifat tersebut, maka dibuatlah golongan-golongan tumbuhan yang disebut dengan TAKSA atau TAKSON. Cara ini akan membuat tiap golongan tersusun sebagaimana mestinya dan membuat hubungan di antara tumbuhan itu semakin nampak.

Dari seluruh golongan tumbuhan tersebut dapat diperoleh beberapa taksa, dari yang terbesar hingga yang terkecil dengan urutan sebagai berikut:

  • Divisio
  • Sub Divisio
  • Classis
  • Ordo
  • Familia
  • Tribus
  • Genus
  • Seksio
  • Series
  • Species
  • Varietas
  • Forma : Forma biologika, forma specialis, individum

Tingkatan dalam tata nama takson

  1. Nama-nama takson diatas familia

Takson ini misalnya division, sub divisio, classis dan sub classis. Pemberian nama takson untuk golongan ini sebaiknya diambil berdasarkan ciri yang menunjukan sifat terbaiknya.
Nama kesatuan taksonomi sebaiknya menggunakan akhiran yang berbeda-beda, contohnya:

-Divisio

  • Berakhiran mycota: jamur
  • Berakhiran phyta: tumbuhan lain
  • Contoh: tracheophyta

-Sub Divisio

  • Berakhiran mycotina: jamur
  • Berakhiran phytina: tumbuhan lain
  • Contoh: Ascomycotina
    Klasifikasi Tumbuhan : Jamur Ascomycotina

    Klasifikasi Tumbuhan : Jamur Ascomycotina

    Image courtesy of http://renicindra-anc.blogspot.com/2012/11/jamur-fungi.html

-Classis

  • Berakhiran mycetes: jamur
  • Berakhiran phyceae: ganggang
  • Berakhiran opsida: tumbuhan lain
  • Contoh: Rhodophyceae

-Sub Classis

  • Berakhiran dengan mycetidae: jamur
  • Berakhiran phycidae: ganggang
  • Berakhiran idae: tumbuhan lain
  • Contoh: Monocotiledonidae
  1. 2. Nama-nama ordo dan sub ordo berdasarkan pokok kata nama Familia

-Ordo

  • Berakhiran: ales
  • Contoh: Rosales, Malvales

-Sub Ordo

  • Berakhiran: ineae
  • Contoh: Bromoliineae

Nama-nama familia dan sub familia adalah kata sifat jamak yang digunakan sebagai kata benda. Nama tersebut dibentuk dari pokok kata nama sah suatu genus yang masuk ke dalam golongan familia tersebut ditambah akhiran: aceae

  • Contoh: Cannaceae dari kata Canna dan Amaranthaceae dari kata Amaranthus.

Selain nama familia tersebut, sudah ada nama familia yang menyimpang dari ketentuan di atas tetapi dianggap berlaku oleh penerbitnya. Penyimpangan ini disebut Nominaconservanda. Nama-nama familianya adalah:

  • Palmae /Compositae
  • Umbelliferae / Cruciferae
  • Leguminosae / Guttiferae
  • Gramineae / Labiatae

Pemakaian nama sub familia sama dengan pemakaian untuk familia.

Nama-nama tribus dan sub tribus hanya akhiran yang digunakan.

  • Berakhiran eae (Aclepiadeae dari kata Rumex)
  • Berakhiran ineae (Anemoninae dari kata Anemon)

Nama genus adalah kata benda tunggal atau kata yang berasal dari sumber tertentu

Contoh: Nypa dari kata Nipah atau Durio dari kata Durian

Nama spesies merupakan kombinasi ganda nama genus yang diikuti oleh petunjuk spesies tersebut dan terdiri dari dua kata atau lebih, oleh karena itu kata-kata tersebut disatukan. Kata-kata penunjuk spesies dapat diambil dari kata apa saja

Contoh: Oryza Sativa, Hibiscus Rosasinensis, Alisma Plantago-Aquatica, Tectona Grandis

Hibiscus Rosasinensis yang sedang mekar

Hibiscus Rosasinensis yang sedang mekar

Image courtesy of http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Hibiscus_rosa-sinensis_(bloom).JPG

Nama takson dibawah tingkatan spesies adalah campuran antara spesies dan penunjuk takson dibawah spesies lalu dihubungkan dengan istilah yang menunjukan tingkatannya (sub spesies, varietas, forma)

Contoh: Rubus Rosaefolius sub sp. Sumatranus, Ipomea Quameclit var. Pectinata, Allium Cepa fa. Ascalonicum

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0Digg thisShare on LinkedIn0