Pengertian Politik dari beberapa sudut pandang

Pengertian politik itu sendiri dapat ditelusuri melalui metode etymologi (ilmu yang mempelajari asal usul kata). Kata politik pertama kali digunakan oleh Aristoteles yang awalnya disebut zoon politikon. Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu “polis” yang berarti Negara kota dan “teta” yang berarti urusan. Dari kata polis ini bisa didapatkan beberapa kata, diantaranya politike episteme (ilmu politik), politician (pemerintahan negara), politikos (kewarganegaraan), dan polities (warga Negara).

Pengertian politik

Pengertian politik

Image courtesy Tri Agung Kristanto of http://kapsel-fikom-untar-gjl2013-kelasc5.blogspot.com/2013/11/politik-pemilu-dan-masyarakat.html

Pengertian Politik

Pengertian politik secara luas adalah cara pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam bernegara. Berikut beberapa arti politik dari berbagai segi kepentingan.

 

  • Makna politik dalam konteks kepentingan umum yaitu semua usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan Negara yang berada di pusat ataupun daerah
  • Makna politik dalam konteks kebijaksanaan adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin berjalannya sebuah usaha, cita-cita atau keinginan maupun situasi yang dikehendaki.

Jadi menurut konteks diatas, politik merupakan tindakan suatu kelompok perorangan mengenai masalah dalam masyarakat atau Negara. Maka dari itu, topik pembicaraan politik adalah hal-hal yang berkaitan dengan Negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, pembagian kemakmuran dan kebijakan umum.

Maka apabila kita meninjau asal kata tersebut, secara konsep, kata politik masih berhubungan dengan kata polisi. Secara umum politik memiliki pengertian sebuah kegiatan dalam suatu sistem politik atau Negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem tersebut serta bagaimana cara melaksanakan tujuannya. Secara khusus, pengertian politik memiliki beberapa versi:

  • Seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan baik konstitusional atau non konstitusional
  • Segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan public
  • Kegiatan yang diarahkan untuk mendapat serta mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • Segala hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan Negara dan pemerintah
  • Segala sesuatu yang berhubungan dengan proses perumusan serta pelaksanaan kebijakan publik
  • Kegiatan yang diproyeksikan untuk mendapat serta mempertahankan kekuasaan di masyarakat

Setiap ahli politik memiliki pengertian politik versinya masing-masing. Berbagai pengertian politik yang diutarakan para ahli berikut akan meningkatkan pemahaman terhadap makna politik.

  • Menurut Prof. Mirriam Budihardjo, politik adalah berbagai kegiatan dari sistem politik Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem sebuah negara lalu melaksanakan tujuan-tujuan tersebut.
    Pengertian politik oleh Prof. Mirriam Budihardjo

    Pengertian politik oleh Prof. Mirriam Budihardjo, seorang guru besar ilmu politik

    Image courtesy of Rochi Mudin – http://pkndisma.blogspot.com/2013/07/pengertian-budaya-politik.html
  • Berbeda dengan pendapat sebelumnya, Sri Sumantri mengatakan bahwa politik adalah pelembagaan dari hubungan antar individu dalam macam-macam badan politik baik suprastruktur maupun infrastruktur politik.
  • Joice Mitchel meyebutkan politik sebagai proses pengambilan keputusan secara kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat sepenuhnya.
  • Johan Kaspar Bluntschli mengatakan politik adalah ilmu yang memperhatikan masalah kenegaraan dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman tentang Negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya dan berbagai bentuk atau manisfestasi pembangunannya.
  • F. Soltau memberikan pengertian politik sebagai ilmu yang mempelajari Negara, tujuannya, serta lembaga-lembaga yang melaksanakan tujuan tersebut dan juga hubungan antara Negara, warga negaranya dengan Negara-negara lain
  • Isjware memiliki pendapat lain tentang politik. Menurutnya politik adalah teknik-teknik perjuangan untuk memperoleh dan menjalankan kekuasaan, mengatasi masalah pelaksanaan dan control kekuasaan serta membentuk dan menggunakan kekuasaan.
  • Aristoteles sendiri berpendapat bahwa politik merupakan usaha yang ditempuh oleh warga Negara dalam mewujudkan kebaikan yang dikehendaki bersama.
Pengertian politik juga disampaikan oleh Aristotyeles, Buah pikirannye tentang politik memiliki dampak yang besar dalam filosofi politik

Pengertian politik juga disampaikan oleh Aristotyeles, Buah pikirannye tentang politik memiliki dampak yang besar dalam filosofi politik

Image courtesy of http://www.booksshouldbefree.com/book/politics-by-aristotle

Banyaknya versi pengertian politik diatas dapat secara singkat disimpulkan bahwa politik merupakan siasat atau taktik untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Politik dipakai untuk menentukan berbagai kebijaksanaan umum yang berhubungan dengan regulasi serta pembagian beberapa sumber yang ada lalu dalam pelaksanaannya memerlukan kekuasaan dan kewenangan yang berguna untuk menjalin kerjasama atau menyelesaikan masalah yang timbul akibat proses ini.

Beberapa pihak selalu beranggapan bahwa politik selalu berkonotasi negative terutama oleh masyarakat awam. Salah satu penyebabnya adalah melalui media yang selalu menampilkan kegiatan politik yang negatif. Yang perlu diperbaiki disini adalah sudut pandang dimana politik bukanlah permasalahan utamanya disini melainkan pelaku politik yang bertindak sewenang-wenang dan meyalahgunakan kekuasaan politik yang dimilikinya.

Pengertian politik bisa menjadi negatif bila pelakunya bertindak sewenang-wenang

Pengertian politik bisa menjadi negatif bila pelakunya bertindak sewenang-wenang

Image courtesy of Sad Dian Utomo – http://pattiro.org/?p=1784

Dalam pelaksanannya, proses politik bisa ditempuh melalui sebuah sistem yang disebut partai politik. Partai politik yaitu salah satu unsur politik yang berupa sebuah wadah berisi sekelompok manusia yang memiliki visi yang sama untuk melaksanakan proses tata kehidupan bernegara. Indonesia sendiri merupakan salah satu Negara yang melaksanakan konsep multi partai. Selain konsep ini, secara luas dikenal juga beberapa sistem politik seperti partai tunggal dan dwi partai. Partai tunggal adalah sebuah Negara yang hanya memiliki satu partai di dalamnya sedangkan dwi partai yaitu Negara yang berisi dua partai besar dimana satu partai berperan sebagai penguasa sementara yang lainnya berperan sebagai oposisi. Contoh Negara yang menganut konsep dwi partai adalah Amerika.

Pengertian Politik Substantif

Politik dalam substansinya adalah perang pemikiran dengan berfokus pada kekuasaan. Sederhananya politik secara substansial berarti perang ide. Itulah sebabnya mengapa Indonesia diawal kemerdekaannya banyak mendapatkan masukan ideologi oleh partai-partai politik dan tidak menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya pandangan politik. Kesempatan itulah yang sempat digunakan oleh Partai Komunis Indonesia untuk masuk ke dalam sendi pemikiran masyarakat Indonesia. Hal ini lumrah dalam dunia perpolitikan.

Demikian juga dengan partai-partai yang berpolitik dengan mengusung konsep agama. Dari sudut pandang teori psikologi sosial, hal ini bisa dipahami akan tetapi dari aspek konstruktifisme, politik para cendekia agama adalah politik yang sangat absurd dan sulit dijelaskan oleh pengertian politik manapun. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya politik partai agama mencoba mengeksploitasi kesalehan seseorang yang berujung pada kekuasaan. Hal inilah yang membuatnya tidak memiliki kejelasan kemauan secara positif. Secara moral, orang yang diajak masuk ke konsep politik agama ini adalah mereka yang hendak mengabdi kepada Penciptanya namun kemudian tercampur agregasi politik yang arah sangat mungkin belum tentu berkaitan dengan tujuannya sendiri kepada Tuhan.

Indonesia sendiri awalnya mengusung konsep multipartai yang diubah pada masa orde baru berkuasa dan pada tahun 1999 terjadi perubahan kekuasaan yang ditandai dengan kebebasan demokrasi yang membuat konsep multipartai kembali diberlakukan. Bedanya kali ini adalah partai yang tidak memenuhi electoral threshold diberikan sanksi berupa tidak diijinkan untuk mengikuti pemilihan umum pada periode selanjutnya.

Partai politik di era reformasi 1998 membengkak menjadi 48 dari asalnya hanya 3 parpol di masa orde baru

Partai politik di era reformasi 1998 membengkak menjadi 48 dari asalnya hanya 3 parpol di masa orde baru

Image courtesy of http://gersikfc.wordpress.com/politik/partai-politik-1999/

Sistem politik tidak ada yang dapat memenuhi kebutuhan manusia secraa keseluruhan karena semua aturannya dibuat oleh manusia. Semoga kita semua tetap berada dalam sistem politik yang mensejahterakan masyarakatnya

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook13Tweet about this on TwitterShare on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0Digg thisShare on LinkedIn0