Puisi Pendidikan : Sebuah refleksi edukasi

Kita semua mengetahui bahwa pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Jutaan lembar penghantar ilmu terukir dalam ingatan kita selama ini. Beberapa ahli filosofi dunia menganggap pendidikan sebagai urat nadi peradaban dan sendi sejarah. Elemen-elemen pendidikan nampak di berbagai media cetak atau elektronik. Ragamnya pun berbeda-beda. Ada drama pendidikan, komik pendidikan hingga karya sastra berbentuk puisi.

 

 

Salahnya satunya adalah puisi pendidikan. Puisi pendidikan memiliki daya ajar yang unik karena menggunakan bahasa yang menarik serta mampu menjadi lugas pada titik-titik tertentu.

Menjadi yang terdidik seringkali membantu kita untuk dapat menilai semua aspek kecil yang tertinggal dalam pendidikan. Semoga puisi pendidikan di atas menjadi salah satu medio untuk dapat mengerti berbagai hakikat pendidikan.

Puisi Pendidikan

BAPAK GURU

Puisi pendidikan : seorang bapak guru sedang mengajar di depan kelas

Puisi pendidikan : seorang bapak guru sedang mengajar di depan kelas

Image courtesy of Pemerhati Guru – http://panduanguru.com/pentingnya-memahami-kompetensi-guru/
 

Bapak guru engkaulah yang membimbing kami

Tak hentinya selalu menjagai

Di balik tegasmu kami rasakan sayangmu

Di belakang kerasmu kami mengetahui perhatianmu

Kami jadi melihat dunia

Dan kami melihatnya melalui engkau

Pengalaman hidup dan wawasan yang luas kau bagikan

Letih dan lelah tak kau rasakan

Sepeda ontelmu tidak berganti baru

Hanya buku dan kami saja yang engkau tahu

Meskipun panas dan hujan selalu mendera

Namun perhatianmu akan selalu ada

Semoga banyak guru yang berbakti seperti bapak

Supaya terangnya ilmu meski jauh tetaplah nampak

UJIAN NEGARA

puisi tentang pendidikan : ada juga yang menyorot fungsi ujian

Puisi pendidikan : ada juga yang menyorot fungsi ujian

Image courtesy of http://dindik.bantenprov.go.id/portal_un/index.php/home/pos_un/5

Susah payah memikul buku

Kini kuliah dari dulu sekolah dasar kelas satu

Tiap hari ketemu ibu guru

Demi mendapatkan yang namanya ilmu

Lalu ada ujian Negara

Katanya lebih susah dibanding ujian biasa

Teman-teman belajar susah payah

Kalau mentok, menyontek jadi terpaksa

Jika gagal di ujian Negara

Nilai bagus ulangan pun tidak dianggap

Mau ribuan kali dapat seratus

Tapi kalau gagal disitu, alamat mampus

Kenapa sih ada ujian Negara?

Bukankah tiap hari ada ujian juga

Yang kadang lebih susah dari ujian Negara

Apa betul seperti inilah sistem yang telah baku

Sebagai anak didik kami tak tahu mana yang keliru

Padahal bukan hanya pendidikan yang harus kami hadapi

Masalah orang tua juga kadang kami ketahui

Tapi apa daya kini pendidikan seperti inilah adanya

Dan sebagai anak-anak kami harus tetap melewatinya

 

APA KABAR PENDIDIKAN

Puisi tentang pendidikan : kualitas pendidikan di Indonesia

Puisi pendidikan : kualitas pendidikan di Indonesia

Image courtesy of M.Nur Ghoyatul Amin, Hendra Susanto, La Ode Abd. Rahman – http://ppitaiwan.org/ppi/

 

Apa kabar pendidikan?

Apakah engkau baik-baik saja?

Belakangan ini kudengar engkau semakin bergengsi

Mentereng berwarna warni

Juga tampaknya banyak yang mewaspadaimu

Karena di dalam dirimu tak seaman dulu

Banyak kekerasan dan ketidak senonohan

Padahal banyak yang membutuhkanmu

Aman dan bersahabat seperti dulu

Bukannya berbahaya seperti sekarang

Sudah mahal membayar masih bisa meradang

Kapankah engkau mau berbenah?

Jadi lebih baik tidak seperti sekarang

Karena anak cucuku juga nanti ingin sekolah

Di tempat dimana engkau berada

Dimana cita-cita bukanlah hanya sekedar asa

 

TAMAN ILMU

Puisi tentang pendidikan : taman ilmu

Puisi pendidikan : taman ilmu

Image courtesy of jkpsb.com.my
 

Tumpukan bata merah bersendikan besi

Berdiri menantang tinggi beralaskan bumi

Dinginnya hujan engkau abaikan

Panasnya surya tak kau hiraukan

Tanganmu terbuka tanpa ragu

Pada semua yang haus ilmu

Dikaulah taman pendidikan

Rumah bernaung segala ilmu

Kusuma mekar dari dalammu

Carut marut pendidikan tertelan olehmu

Bila kau tiada dungulah semua

Bila kau ada cerahlah dunia

Sungguh indah bila kau ada dimana-mana

Ada di kota, hadir di desa

Tapi sayang kau tidak punya kaki

Hanyalah sebuah taman, dirimu tertancap di bumi

Meskipun ingin pergi tidaklah mungkin

Padahal banyak yang membutuhkanmu

Kau tetap berdiri disana dan hanya menunggu

 

TERIMA KASIH GURU

Puisi tentang pendidikan tidak akan jauh dari seorang figur guru

Puisi pendidikan tidak akan jauh dari seorang figur guru

Image courtesy of http://kisahebat.blogspot.com/2012/12/guru-inspirasi-hidup.html

 

Guru…

Kaulah lenteraku

Kaulah pelitaku

Kaulah penuntunku

Guru…

Begitulah kami memanggilmu

Kau tak pernah enggan

Selalu mendidik dan membimbingku

Guru…

Kau seperti lentera

Seperti cahaya untuk gelapnya dunia

Kau bagai setitik embun

Yang menetes di gurun hati

Guru…

Kau memang patriot pahlawan bangsa

Tapi tanpa tanda jasa atau lencana

Semuanya kau baktikan tanpa mengeluh

Walau imbalanmu tak selalu penuh

Guru…

Bila kau tak ada hampalah aku

Bila kau tak ada sesatlah aku

Bila kau tak ada hancurlah aku

Guru…

Ku tak dapat menulis sendiri tanpamu

Ku sulit membaca tanpamu

Ku tak mungkin bisa berhitung tanpamu

Guru…

Hatur syukur ku lantunkan padamu

Karena semua pengorbananmu

Untuk semua pengabdianmu

Selama aku berada disini menuntut ilmu

 

MARI MEMBACA

Puisi tentang pendidikan : ayo membaca

Puisi pendidikan : ayo membaca

Image courtesy of http://ultimatesammy.wordpress.com/2013/06/25/manfaat-dari-kegiatan-membaca/

Selembar kertas ada di depanmu

Ribuan huruf menanti di hadapanmu

Oh buyung yang malang

Mengapa engkau hanya termenung?

Terdiam dan terlihat bingung

Lalu sesobek lembaran itu kau lipat dan diamkan

Sayang sekali oh sungguh sayang

Padahal banyak sekali wawasan di selembar itu

Pengertian menantimu janganlah ragu

Masalahnya kau tak mau membaca

Padahal tak sesulit yang kau kira

Hanya malasmu saja yang besar menganga

Padahal dunia begitu luasnya, hamparan ilmu panjang membentang

Kehidupan menawarkan isinya dan berkata

Mari ketahuilah seluruh isiku

Masakan kau tak ingin mengetahui seluruh dunia

Sayang seribu sayang malasmu tetap kau pelihara

Adikku sayang berdirilah sekarang

Bangkitlah dari engganmu

Majulah dari tempat kotormu

Karena tak mungkin hanya itu saja yang engkau mau

Selama kau hidup kau pasti inginkan yang baru

Berlari meraih cita-citamu

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook3Tweet about this on TwitterShare on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0Digg thisShare on LinkedIn0